SEJARAH PUNK UNITED TARAKAN
Punk United Tarakan tercetus melalui sebuah ungkapan yang kemudian menjadi nama bagi salah satu tempat berkumpulnya anak-anak underground kala itu khususnya dari skena punk, di kawasan Gunung Bata, Selumit - Tarakan yang aslinya itu merupakan rumah Rahmat Darmawan a.k.a Ceper, vokalis band punk rock Wc Umum.
Di tempat sederhana inilah berbagai cerita, gagasan dan semangat pergerakan skena punk tumbuh. Hampir setiap waktu, mereka berkumpul untuk sekadar ngobrol tentang musik underground, bertukar informasi mengenai band dan rilisan terbaru, berbagi lagu, membicarakan rencana membuat gigs, hingga bertemu dan berkenalan dengan kawan-kawan dari berbagai genre.
Gagasan membentuk Punk United Tarakan diprakarsai oleh Rahmat Darmawan Aka Ceper dan Ade Januar Rinaldy, yang saat itu sama-sama merupakan personel band punk rock Wc Umum. Mereka kemudian mengajak teman-teman lainnya untuk bergabung dalam tongkrongan tersebut. Tujuannya sederhana, tetapi memiliki arti penting:
SEBELUM PUNK UNITED TARAKAN
Sebelum menggunakan nama Punk United Tarakan, kumpulan ini lebih dahulu dikenal dengan nama Youth Attack Crew. Nama tersebut juga diprakarsai oleh Ceper dan Ade sebagai wadah untuk mengorganisir kegiatan dan mempertemukan kawan-kawan dari skena underground Tarakan.
Langkah awal Youth Attack Crew diwujudkan melalui sebuah studio gigs pada tahun 2009 di bulan Januari yang bertajuk “STRUGGLE! STRUGGLE!”. Acara tersebut menjadi salah satu momen awal yang memperlihatkan semangat kolektif dan kemandirian dalam menggelar sebuah event musik.
Gigs tersebut diikuti oleh beberapa band, yaitu: Gilabastard, Wc Umum, Identity Crisist, Burning Monkey, Bleeding Democration.
Konsep sederhana dan murah meriah. Para penampil terlibat secara kolektif untuk pengumpulan dana sewa studio yang berlangsung di Studio Musik Yodokisi.
Bagi mereka, gigs bukan semata-mata soal pertunjukan musik. Lebih dari itu, gigs menjadi ruang untuk bertemu, bertukar energi, membangun pertemanan dan menunjukkan bahwa sebuah acara dapat lahir dari semangat kebersamaan tanpa harus bergantung pada fasilitas atau modal yang besar.
LAHIRNYA PUNK UNITED TARAKAN
Seiring berjalannya waktu, semangat yang sebelumnya tumbuh melalui Youth Attack Crew terus berkembang hingga akhirnya menemukan identitas baru dengan nama Punk United Tarakan.
Event pertama yang membawa nama Punk United Tarakan adalah ROOMPAU#1 di 13 Februari 2015, sebuah acara studio gigs yang terselenggara melalui kolaborasi dengan Room Management, yang dikelola oleh Arul, salah satu penggiat skena underground di Tarakan.
ROOMPAU#1 menghadirkan sejumlah band, yaitu The Chardus, WC Umum, Kepiting Chaos, Bong Botol, Black Cat Death, Sukhoi, Silly Squad, dan Afterburn. Kehadiran band-band tersebut menjadi bagian dari pergerakan musik underground lokal yang terus tumbuh dan mempererat hubungan antar komunitas.
Lebih dari sekadar sebuah pertunjukan musik, ROOMPAU#1 menjadi langkah awal Punk United Tarakan dalam memperkenalkan eksistensinya sebagai wadah kolektif bagi skena underground. Dari ruang yang sederhana, semangat kebersamaan itu mulai diwujudkan melalui inisiatif untuk menggelar acara, mempertemukan band-band lokal, serta membangun ruang ekspresi bagi para pelaku musik independen di Tarakan.
#
Punk United Tarakan juga menginisiasi gelaran musik bertajuk TARAKAN ROCKIN ATTACK, yang diselenggarakan pada 7 April 2018. Acara ini menjadi salah satu bentuk upaya Punk United Tarakan dalam memperluas ruang gerak dan memperkaya warna pergerakan musik independen di Kota Tarakan.
Dalam gelaran tersebut, Punk United Tarakan menghadirkan Outfall, band asal Malaysia, serta Desember, band beraliran pop punk asal Kota Malang. Kehadiran kedua band dari luar daerah tersebut memberikan kesempatan bagi penikmat musik lokal untuk menyaksikan penampilan dengan karakter dan latar belakang skena yang berbeda, sekaligus mempererat hubungan antarpelaku musik lintas wilayah.
Tentu saja, panggung TARAKAN ROCKIN ATTACK juga diramaikan oleh band-band lokal Tarakan yang menjadi bagian penting dari geliat musik independen di kota ini seperti; Nevermind, Aurora, Malesex, Bieerhoff, Identity Crisist, The Last Easy Project, Violent Voice, Afterburn, Kepitink Chaos, Chaoskaki, Bong Botol, Acarata, Tectona Grandis, Deathnote, Ramutemu. Keterlibatan mereka menegaskan bahwa acara tersebut bukan sekadar panggung untuk menghadirkan band tamu, melainkan juga ruang bagi band lokal untuk menunjukkan karya, kemampuan, dan eksistensinya.
Melalui TARAKAN ROCKIN ATTACK, Punk United Tarakan memperlihatkan bahwa gerakannya tidak terbatas pada seri acara kompilasi. Dengan menghadirkan band dari luar negeri, luar daerah, dan band lokal dalam satu panggung, Punk United Tarakan terus membangun koneksi, memperluas jaringan, serta menjaga semangat kolaborasi dan solidaritas dalam skena musik independen.
AWAL PERJALANAN GIGS PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION
Perjalanan Punk United Tarakan berlanjut pada tahun 2015, tepatnya tanggal 30 Mei 2015, melalui penyelenggaraan PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#1. Berbeda dengan gelaran sebelumnya yang mengusung konsep studio gigs, kali ini acara diselenggarakan di Gedung Wisma Patra Tarakan dan berlangsung dari siang hingga malam hari.
PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#1 menjadi tonggak penting dalam perjalanan kolektif ini. Tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik secara langsung (live music), acara ini juga mengusung gagasan untuk merilis kompilasi lagu dari band-band underground dalam format CD Audio. Melalui konsep tersebut, Punk United Tarakan berupaya memberikan ruang bagi band-band lokal untuk memperkenalkan karya mereka sekaligus mendokumentasikan perkembangan skena musik underground Tarakan dalam sebuah rilisan bersama.
Pada gelaran ini, Punk United Tarakan menghadirkan KAUS KUTANG, band punk rock asal Samarinda, sebagai guest star. Kehadiran mereka turut melengkapi deretan penampilan band-band lokal yang menjadi bagian penting dari acara tersebut.
Sejumlah local heroes yang tampil dalam PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#1 antara lain Black Cat Death, Bong Botol, Kepiting Chaos, Sukhoi, The Chardus, WC Umum, Berandal Project, Burning Mors Grave, Clitoral Decay, Departure, Gilabastard, Gladiator, Malesex, Motherland, Reinkarnasi, Sixgrave, Silly Squad, Teras 13, Territorial, dan Vhentatonix.
Melalui penyelenggaraan ini, Punk United Tarakan mulai memperluas perannya, bukan hanya sebagai penggerak acara musik, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi dan dokumentasi karya bagi band-band underground. Semangat kolektif yang dibangun sejak awal semakin menemukan bentuknya melalui perpaduan antara pertunjukan musik dan rilisan kompilasi, sebuah langkah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang skena underground di Tarakan.
#
Pada 19 September 2015, Punk United Tarakan (PUT) menggelar sebuah kegiatan bertajuk “Workshop Sablon” yang berlangsung di Gedung STMIK PPKIA Tarakan. Acara ini menjadi salah satu ruang berkumpul bagi kawan-kawan komunitas underground Tarakan untuk berbagi pengetahuan, bertukar gagasan, serta mempererat solidaritas melalui kegiatan kreatif dan musik independen.
Kegiatan diawali dengan workshop sablon yang menghadirkan Iwan “Ceper”, Reedho “Spacescape”, dan Ferdi sebagai narasumber. Melalui sesi ini, peserta berkesempatan mengenal lebih jauh proses dan teknik penyablonan, sekaligus berbagi pengalaman mengenai produksi kaos yang menjadi salah satu bagian penting dalam kultur punk dan pergerakan underground.
Selain workshop, acara ini juga menghadirkan diskusi dan sharing bersama para penggiat underground Kota Tarakan, yaitu Broer dan Sigit. Sesi diskusi menjadi wadah untuk bertukar pandangan, berbagi pengalaman, serta membicarakan perkembangan skena underground lokal dan berbagai hal yang berkaitan dengan komunitas independen di Tarakan.
Suasana semakin meriah dengan live acoustic session yang menampilkan Afterburn, Black Cat Death, Condom Bekaz dari Nunukan, Kepitink Chaos, The Chardus dan WC Umum. Penampilan akustik ini memberikan warna tersendiri, mempertemukan berbagai band dalam suasana yang lebih santai dan akrab tanpa meninggalkan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas skena underground.
Mengusung semangat Do It Yourself (DIY), kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang belajar, berbagi keterampilan, dan membangun hubungan antarkomunitas. Workshop sablon, diskusi, dan musik dirangkai dalam satu kegiatan yang menunjukkan bahwa skena underground tidak hanya tumbuh melalui panggung, tetapi juga melalui kreativitas, pengetahuan, dan solidaritas. Melalui kegiatan ini, Punk United Tarakan kembali menegaskan perannya sebagai bagian dari gerakan kolektif yang berupaya menjaga ruang ekspresi dan memperkuat ekosistem underground di Kota Tarakan.
#
Setelah melewati perjalanan panjang, semangat kolektif Punk United Tarakan kembali berlanjut pada 3 September 2022 melalui penyelenggaraan PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#2.
Pada edisi kedua ini, gelaran musik underground tersebut diselenggarakan di POT Coffee, sebuah kafe yang turut memberikan dukungan terhadap pergerakan skena underground di Tarakan. Berbeda dengan gelaran sebelumnya, PUTC#2 dilaksanakan pada malam hari, menghadirkan suasana yang lebih intim sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku dan penikmat musik underground.
Tidak hanya berfokus pada pertunjukan musik, PUTC#2 kembali membawa semangat untuk mendokumentasikan karya band-band underground melalui rilisan CD Audio Kompilasi. Kali ini, upaya tersebut juga diperkuat dengan produksi merchandise berupa kaos yang hasil penjualannya dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penyelenggaraan acara. Langkah ini menunjukkan bagaimana kreativitas dan semangat di-ay-way menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan kolektif.
PUTC#2 menghadirkan deretan band yang turut meramaikan skena underground, yaitu Windhowl, Kepiting Chaos, Demos69, WC Umum, My Mistakes, Trigger Of Anger, serta Void, band asal Tanjung Selor. Kehadiran Void juga menjadi bagian dari jalinan solidaritas antarskena musik underground di wilayah Kalimantan Utara.
Melalui PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#2, Punk United Tarakan kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga ruang ekspresi bagi band-band independen, mendukung lahirnya karya-karya baru, serta merawat semangat kebersamaan dalam skena underground. Meski berlangsung dalam skala yang sederhana, gelaran ini menjadi bukti bahwa pergerakan kolektif dapat terus berjalan melalui kolaborasi, kreativitas dan dukungan bersama.
#
Perjalanan Punk United Tarakan berlanjut ke gelaran ketiga, PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#3, yang diselenggarakan pada 30 Agustus 2024 di ACO Café, Markoni, Kota Tarakan.
ACO Café menjadi salah satu ruang yang memiliki peran penting bagi perkembangan skena musik lokal. Tempat ini secara rutin memberikan ruang bagi band-band lokal untuk tampil dan menyelenggarakan acara mereka sendiri, sekaligus membuka kesempatan bagi komunitas musik untuk berekspresi dan membangun kegiatan secara mandiri. Dukungan tersebut menjadikan ACO Café sebagai salah satu titik pertemuan bagi para pelaku dan penikmat musik di Tarakan.
Pada gelaran ketiga ini, PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION kembali menghadirkan deretan band dari berbagai karakter musik yang turut mewarnai pergerakan skena underground. Band-band yang tampil antara lain Trigger Of Anger, My Lovely Danilla, Side Of The Story, Struggle Alone, The Singout serta Tortiz Kalmarov, band asal Nunukan yang menjadi penampil terakhir dalam acara tersebut.
Kehadiran band dari luar Tarakan, seperti Tortiz Kalmarov, turut memperlihatkan terjalinnya hubungan antarkomunitas musik di wilayah Kalimantan Utara. Melalui pertemuan semacam ini, panggung musik tidak hanya menjadi tempat untuk menampilkan karya, tetapi juga ruang untuk memperluas jaringan, mempererat solidaritas dan mempertemukan berbagai gagasan dalam satu semangat kolektif.
PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#3 menjadi bagian penting dari perjalanan Punk United Tarakan dalam menjaga keberlangsungan skena musik independen. Dari satu gelaran ke gelaran berikutnya, semangat yang dibangun tetap sama: menghadirkan ruang bagi band-band lokal untuk tampil, memperkuat hubungan antarkomunitas, dan memastikan bahwa pergerakan musik underground terus hidup melalui kerja kolektif.
#
Pada 22 Desember 2024, Punk United Tarakan (PUT) kembali menggelar acara ROOMPAU Volume 2 yang bertempat di ACO Café, Tarakan. Mengusung tema
Acara ini tidak hanya menjadi wadah bagi band-band lokal untuk mengekspresikan diri melalui musik, tetapi juga menjadi ruang untuk menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia.
Selain penampilan musik dari band-band lokal, acara ini turut diisi dengan pembacaan puisi oleh kawan-kawan dari Literasi Jalanan. Perpaduan antara musik dan sastra menjadikan ROOMPAU #2 sebagai ruang ekspresi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan sosial kepada para pengunjung.
Lima band yang turut memeriahkan acara ini adalah Abutmusoy, Bombay, My Mistake, Razorblade, dan Sometimes. Melalui kegiatan ini, PUT kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang alternatif bagi komunitas musik bawah tanah sekaligus menyuarakan isu-isu sosial melalui karya dan kreativitas.
#
Perjalanan Punk United Tarakan terus berlanjut melalui gelaran keempat, PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#4, yang diselenggarakan pada 24 Mei 2025 di Gedung Wisma Patra Tarakan. Kembalinya acara ini ke Wisma Patra menjadi sebuah pengingat akan perjalanan yang telah dimulai sejak gelaran pertama pada tahun 2015, sekaligus menandai keberlanjutan semangat kolektif yang terus dijaga selama bertahun-tahun.
PUTC#4 menghadirkan deretan band yang merepresentasikan keberagaman karakter dalam skena musik independen, yaitu Demos69, All I Desire, North Me Hero, The Teegers, Tortiz Kalmarov, My Mistakes, dan Abutmusoy. Gelaran ini semakin istimewa dengan kehadiran TikamxLari, band asal Malaysia, sebagai bintang tamu. Partisipasi band dari luar negeri tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan Punk United Tarakan, sekaligus memperluas jangkauan pertemanan dan solidaritas lintas wilayah melalui musik.
Selain menghadirkan pertunjukan musik, PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#4 juga menjadi momentum penting bagi perkembangan internal kolektif. Pada gelaran ini, sejumlah teman baru bergabung dalam kepanitiaan, menambah kekuatan sumber daya manusia dan memperluas keterlibatan dalam proses penyelenggaraan acara. Bertambahnya anggota bukan sekadar menambah jumlah personel, tetapi juga memperkuat kerja sama, membagi tanggung jawab, serta membangun rasa memiliki terhadap gerakan yang dijalankan bersama.
PUTC#4 menjadi bukti bahwa Punk United Tarakan terus tumbuh, baik dari sisi penyelenggaraan acara maupun kekuatan kolektif di dalamnya. Dengan semakin solidnya tim dan meluasnya jaringan pertemanan, Punk United Tarakan melanjutkan perjalanannya dalam merawat skena underground, membuka ruang bagi band-band independen, serta menjaga semangat kebersamaan yang menjadi fondasi utama sejak awal berdiri.
#
Selain menggelar ROOMPAU, Punk United Tarakan juga membuat gebrakan melalui sebuah konsep acara yang berbeda dari gigs pada umumnya di Tarakan, yaitu Punk Run, yang diselenggarakan pada 21 Desember 2025.
Punk Run hadir dengan menggabungkan dua aktivitas, yakni olahraga dan musik dalam satu rangkaian acara. Para peserta terlebih dahulu mengikuti kegiatan lari sejauh 4 kilometer, kemudian melanjutkan keseruan dengan menikmati penampilan band-band lokal dalam suasana yang penuh semangat kebersamaan.
Konsep ini menjadi salah satu upaya PUT untuk menghadirkan pengalaman baru bagi komunitas punk dan musik independen di Tarakan. Punk Run tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mengajak komunitas untuk menjalani gaya hidup aktif, menjaga kebugaran, serta mempererat solidaritas melalui aktivitas yang positif.
Melalui Punk Run, PUT membuktikan bahwa semangat punk dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kreativitas dan kegiatan, tidak terbatas pada musik saja. Perpaduan olahraga, musik, dan kebersamaan menjadi identitas tersendiri yang memperkaya dinamika skena independen di Tarakan.
#
Volume ketiga ROOMPAU diselenggarakan pada 11 April 2026 di Kafe Doremi, Tarakan. Pada kesempatan ini, Punk United Tarakan menghadirkan konsep acara yang berbeda dengan menjadikan ROOMPAU #3 sebagai launching party untuk band Demos69, dalam rangka memperkenalkan EP album mereka kepada publik.
Acara ini menjadi ajang perayaan karya sekaligus bentuk dukungan terhadap band lokal yang terus berkarya dan berkembang di skena musik independen Tarakan. Sebagai band pembuka, empat band turut meramaikan panggung, yaitu Struggle Alone, Bombay, Bong Botol, dan Razorblade.
Melalui ROOMPAU #3, PUT kembali menunjukkan perannya dalam membangun ekosistem musik independen di Tarakan, tidak hanya melalui penyelenggaraan gigs, tetapi juga dengan mendukung perilisan karya dan memberikan ruang bagi band-band lokal untuk memperkenalkan musik mereka kepada khalayak yang lebih luas.
#
Pada tanggal 24 Oktober 2026, Punk United Tarakan (PUT) berkolaborasi dengan Tarakan Underground Community (TUC) menggelar One Day Musick Brisick Chapter VII: Back To The Roots (ODMB#7). Sebuah perhelatan musik yang menjadi salah satu kebanggaan bagi skena underground lokal kota Tarakan.
ODMB bukan sekadar acara gigs biasa. Perjalanan ini memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak 23 Februari 2004 melalui ODMB#1, yang tercatat sebagai salah satu pelopor acara gigs underground di Kota Tarakan. Sejak saat itu, ODMB menjadi bagian dari perjalanan, perkembangan dan pergerakan komunitas musik underground di kota ini.
Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi PUT ketika mendapatkan tawaran dari TUC untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan ODMB#7. Tawaran tersebut langsung disambut dengan antusias oleh teman-teman PUT. Bagi kami, ini bukan hanya tentang bekerja sama menyelenggarakan sebuah acara musik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk ikut menjaga, merawat dan melanjutkan sejarah pergerakan underground Tarakan yang telah dibangun sejak lama.
Perjalanan menuju acara puncak terbilang cukup panjang. Rangkaian kegiatan diawali dengan Road show to ODMB#7 Sesi I pada 18 Juli 2026, kemudian berlanjut ke Sesi II pada 22 Agustus 2026, dan ditutup dengan Sesi III pada 29 Agustus 2026. Ketiga rangkaian tersebut menjadi ruang bagi band-band lokal untuk tampil.
Hingga akhirnya, pada 24 Oktober 2026, acara puncak ODMB#7 sukses diselenggarakan di GOR Tipe B Tarakan. Sebanyak 12 band turut mengambil bagian dalam perhelatan ini, yaitu All I Desire, Bombay, Fire Genie, Game Over, Identity Crisist, Kitaka, Malesex, Motherland, Nevermind, R2m, Sometimes dan Vhentatonix.
Sebagai penutup sekaligus penampilan yang paling dinantikan, panggung ODMB#7 menghadirkan SUKATANI sebagai guest star. Kehadiran band asal Purbalingga tersebut menjadi bagian istimewa dari perayaan musik underground Tarakan kali ini.
Lebih dari sekadar panggung, ODMB#7 adalah tentang pertemuan, persaudaraan, solidaritas dan semangat kolektif yang terus hidup di tengah komunitas. Kolaborasi TUC dan PUT menjadi bukti bahwa perbedaan dan perjalanan komunitas bukanlah penghalang untuk bergerak bersama demi sesuatu yang lebih besar. Back To The Roots bukan hanya sebuah tema, melainkan pengingat akan akar, sejarah dan semangat yang telah membentuk skena underground Tarakan hingga hari ini.
DARI SEBUAH TONGKRONGAN MENJADI KOLEKTIF
Apa yang bermula dari sebuah tongkrongan sederhana di rumah seorang vokalis band, perlahan berkembang menjadi sebuah kolektif yang memiliki perjalanan panjang di skena underground Tarakan. Punk United Tarakan lahir bukan dari sebuah ruang yang mewah, melainkan dari pertemanan, obrolan, musik dan keinginan untuk bergerak bersama. Dari berbagi informasi tentang musik, bermain gitar, menyusun ide gigs, hingga akhirnya mampu menggelar acara dengan skala yang lebih besar. Semangat tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Punk United Tarakan: mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang musik, membuka ruang untuk berkarya, memperkuat jaringan antarkomunitas dan menjaga agar skena underground Tarakan tetap hidup. Karena pada akhirnya, Punk United Tarakan bukan sekadar sebuah nama. Ia adalah bagian dari cerita tentang bagaimana sebuah tongkrongan kecil dapat menjadi titik awal lahirnya gerakan kolektif dari rumah, jalanan, studio gigs, hingga panggung yang lebih besar.
_ajr.
Di tempat sederhana inilah berbagai cerita, gagasan dan semangat pergerakan skena punk tumbuh. Hampir setiap waktu, mereka berkumpul untuk sekadar ngobrol tentang musik underground, bertukar informasi mengenai band dan rilisan terbaru, berbagi lagu, membicarakan rencana membuat gigs, hingga bertemu dan berkenalan dengan kawan-kawan dari berbagai genre.
membangun ruang untuk berbagi informasi, memperluas pertemanan serta memperkuat jejaring komunitas punk dan underground di Tarakan.
SEBELUM PUNK UNITED TARAKAN
Sebelum menggunakan nama Punk United Tarakan, kumpulan ini lebih dahulu dikenal dengan nama Youth Attack Crew. Nama tersebut juga diprakarsai oleh Ceper dan Ade sebagai wadah untuk mengorganisir kegiatan dan mempertemukan kawan-kawan dari skena underground Tarakan.
Langkah awal Youth Attack Crew diwujudkan melalui sebuah studio gigs pada tahun 2009 di bulan Januari yang bertajuk “STRUGGLE! STRUGGLE!”. Acara tersebut menjadi salah satu momen awal yang memperlihatkan semangat kolektif dan kemandirian dalam menggelar sebuah event musik.
Gigs tersebut diikuti oleh beberapa band, yaitu: Gilabastard, Wc Umum, Identity Crisist, Burning Monkey, Bleeding Democration.
Konsep sederhana dan murah meriah. Para penampil terlibat secara kolektif untuk pengumpulan dana sewa studio yang berlangsung di Studio Musik Yodokisi.
Bagi mereka, gigs bukan semata-mata soal pertunjukan musik. Lebih dari itu, gigs menjadi ruang untuk bertemu, bertukar energi, membangun pertemanan dan menunjukkan bahwa sebuah acara dapat lahir dari semangat kebersamaan tanpa harus bergantung pada fasilitas atau modal yang besar.
LAHIRNYA PUNK UNITED TARAKAN
Seiring berjalannya waktu, semangat yang sebelumnya tumbuh melalui Youth Attack Crew terus berkembang hingga akhirnya menemukan identitas baru dengan nama Punk United Tarakan.
Event pertama yang membawa nama Punk United Tarakan adalah ROOMPAU#1 di 13 Februari 2015, sebuah acara studio gigs yang terselenggara melalui kolaborasi dengan Room Management, yang dikelola oleh Arul, salah satu penggiat skena underground di Tarakan.
Lebih dari sekadar sebuah pertunjukan musik, ROOMPAU#1 menjadi langkah awal Punk United Tarakan dalam memperkenalkan eksistensinya sebagai wadah kolektif bagi skena underground. Dari ruang yang sederhana, semangat kebersamaan itu mulai diwujudkan melalui inisiatif untuk menggelar acara, mempertemukan band-band lokal, serta membangun ruang ekspresi bagi para pelaku musik independen di Tarakan.
#
Punk United Tarakan juga menginisiasi gelaran musik bertajuk TARAKAN ROCKIN ATTACK, yang diselenggarakan pada 7 April 2018. Acara ini menjadi salah satu bentuk upaya Punk United Tarakan dalam memperluas ruang gerak dan memperkaya warna pergerakan musik independen di Kota Tarakan.
Tentu saja, panggung TARAKAN ROCKIN ATTACK juga diramaikan oleh band-band lokal Tarakan yang menjadi bagian penting dari geliat musik independen di kota ini seperti; Nevermind, Aurora, Malesex, Bieerhoff, Identity Crisist, The Last Easy Project, Violent Voice, Afterburn, Kepitink Chaos, Chaoskaki, Bong Botol, Acarata, Tectona Grandis, Deathnote, Ramutemu. Keterlibatan mereka menegaskan bahwa acara tersebut bukan sekadar panggung untuk menghadirkan band tamu, melainkan juga ruang bagi band lokal untuk menunjukkan karya, kemampuan, dan eksistensinya.
Melalui TARAKAN ROCKIN ATTACK, Punk United Tarakan memperlihatkan bahwa gerakannya tidak terbatas pada seri acara kompilasi. Dengan menghadirkan band dari luar negeri, luar daerah, dan band lokal dalam satu panggung, Punk United Tarakan terus membangun koneksi, memperluas jaringan, serta menjaga semangat kolaborasi dan solidaritas dalam skena musik independen.
AWAL PERJALANAN GIGS PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION
Perjalanan Punk United Tarakan berlanjut pada tahun 2015, tepatnya tanggal 30 Mei 2015, melalui penyelenggaraan PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#1. Berbeda dengan gelaran sebelumnya yang mengusung konsep studio gigs, kali ini acara diselenggarakan di Gedung Wisma Patra Tarakan dan berlangsung dari siang hingga malam hari.
PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#1 menjadi tonggak penting dalam perjalanan kolektif ini. Tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik secara langsung (live music), acara ini juga mengusung gagasan untuk merilis kompilasi lagu dari band-band underground dalam format CD Audio. Melalui konsep tersebut, Punk United Tarakan berupaya memberikan ruang bagi band-band lokal untuk memperkenalkan karya mereka sekaligus mendokumentasikan perkembangan skena musik underground Tarakan dalam sebuah rilisan bersama.
Pada gelaran ini, Punk United Tarakan menghadirkan KAUS KUTANG, band punk rock asal Samarinda, sebagai guest star. Kehadiran mereka turut melengkapi deretan penampilan band-band lokal yang menjadi bagian penting dari acara tersebut.
Melalui penyelenggaraan ini, Punk United Tarakan mulai memperluas perannya, bukan hanya sebagai penggerak acara musik, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi dan dokumentasi karya bagi band-band underground. Semangat kolektif yang dibangun sejak awal semakin menemukan bentuknya melalui perpaduan antara pertunjukan musik dan rilisan kompilasi, sebuah langkah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang skena underground di Tarakan.
#
Pada 19 September 2015, Punk United Tarakan (PUT) menggelar sebuah kegiatan bertajuk “Workshop Sablon” yang berlangsung di Gedung STMIK PPKIA Tarakan. Acara ini menjadi salah satu ruang berkumpul bagi kawan-kawan komunitas underground Tarakan untuk berbagi pengetahuan, bertukar gagasan, serta mempererat solidaritas melalui kegiatan kreatif dan musik independen.
Kegiatan diawali dengan workshop sablon yang menghadirkan Iwan “Ceper”, Reedho “Spacescape”, dan Ferdi sebagai narasumber. Melalui sesi ini, peserta berkesempatan mengenal lebih jauh proses dan teknik penyablonan, sekaligus berbagi pengalaman mengenai produksi kaos yang menjadi salah satu bagian penting dalam kultur punk dan pergerakan underground.
Selain workshop, acara ini juga menghadirkan diskusi dan sharing bersama para penggiat underground Kota Tarakan, yaitu Broer dan Sigit. Sesi diskusi menjadi wadah untuk bertukar pandangan, berbagi pengalaman, serta membicarakan perkembangan skena underground lokal dan berbagai hal yang berkaitan dengan komunitas independen di Tarakan.
Suasana semakin meriah dengan live acoustic session yang menampilkan Afterburn, Black Cat Death, Condom Bekaz dari Nunukan, Kepitink Chaos, The Chardus dan WC Umum. Penampilan akustik ini memberikan warna tersendiri, mempertemukan berbagai band dalam suasana yang lebih santai dan akrab tanpa meninggalkan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas skena underground.
Mengusung semangat Do It Yourself (DIY), kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang belajar, berbagi keterampilan, dan membangun hubungan antarkomunitas. Workshop sablon, diskusi, dan musik dirangkai dalam satu kegiatan yang menunjukkan bahwa skena underground tidak hanya tumbuh melalui panggung, tetapi juga melalui kreativitas, pengetahuan, dan solidaritas. Melalui kegiatan ini, Punk United Tarakan kembali menegaskan perannya sebagai bagian dari gerakan kolektif yang berupaya menjaga ruang ekspresi dan memperkuat ekosistem underground di Kota Tarakan.
#
Setelah melewati perjalanan panjang, semangat kolektif Punk United Tarakan kembali berlanjut pada 3 September 2022 melalui penyelenggaraan PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#2.
Pada edisi kedua ini, gelaran musik underground tersebut diselenggarakan di POT Coffee, sebuah kafe yang turut memberikan dukungan terhadap pergerakan skena underground di Tarakan. Berbeda dengan gelaran sebelumnya, PUTC#2 dilaksanakan pada malam hari, menghadirkan suasana yang lebih intim sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku dan penikmat musik underground.
Tidak hanya berfokus pada pertunjukan musik, PUTC#2 kembali membawa semangat untuk mendokumentasikan karya band-band underground melalui rilisan CD Audio Kompilasi. Kali ini, upaya tersebut juga diperkuat dengan produksi merchandise berupa kaos yang hasil penjualannya dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penyelenggaraan acara. Langkah ini menunjukkan bagaimana kreativitas dan semangat di-ay-way menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan kolektif.
PUTC#2 menghadirkan deretan band yang turut meramaikan skena underground, yaitu Windhowl, Kepiting Chaos, Demos69, WC Umum, My Mistakes, Trigger Of Anger, serta Void, band asal Tanjung Selor. Kehadiran Void juga menjadi bagian dari jalinan solidaritas antarskena musik underground di wilayah Kalimantan Utara.
#
Perjalanan Punk United Tarakan berlanjut ke gelaran ketiga, PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#3, yang diselenggarakan pada 30 Agustus 2024 di ACO Café, Markoni, Kota Tarakan.
ACO Café menjadi salah satu ruang yang memiliki peran penting bagi perkembangan skena musik lokal. Tempat ini secara rutin memberikan ruang bagi band-band lokal untuk tampil dan menyelenggarakan acara mereka sendiri, sekaligus membuka kesempatan bagi komunitas musik untuk berekspresi dan membangun kegiatan secara mandiri. Dukungan tersebut menjadikan ACO Café sebagai salah satu titik pertemuan bagi para pelaku dan penikmat musik di Tarakan.
Kehadiran band dari luar Tarakan, seperti Tortiz Kalmarov, turut memperlihatkan terjalinnya hubungan antarkomunitas musik di wilayah Kalimantan Utara. Melalui pertemuan semacam ini, panggung musik tidak hanya menjadi tempat untuk menampilkan karya, tetapi juga ruang untuk memperluas jaringan, mempererat solidaritas dan mempertemukan berbagai gagasan dalam satu semangat kolektif.
PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#3 menjadi bagian penting dari perjalanan Punk United Tarakan dalam menjaga keberlangsungan skena musik independen. Dari satu gelaran ke gelaran berikutnya, semangat yang dibangun tetap sama: menghadirkan ruang bagi band-band lokal untuk tampil, memperkuat hubungan antarkomunitas, dan memastikan bahwa pergerakan musik underground terus hidup melalui kerja kolektif.
#
Pada 22 Desember 2024, Punk United Tarakan (PUT) kembali menggelar acara ROOMPAU Volume 2 yang bertempat di ACO Café, Tarakan. Mengusung tema
Mencari Ruang Untuk Hak Asasi Manusia
Acara ini tidak hanya menjadi wadah bagi band-band lokal untuk mengekspresikan diri melalui musik, tetapi juga menjadi ruang untuk menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia.
Selain penampilan musik dari band-band lokal, acara ini turut diisi dengan pembacaan puisi oleh kawan-kawan dari Literasi Jalanan. Perpaduan antara musik dan sastra menjadikan ROOMPAU #2 sebagai ruang ekspresi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan sosial kepada para pengunjung.
Lima band yang turut memeriahkan acara ini adalah Abutmusoy, Bombay, My Mistake, Razorblade, dan Sometimes. Melalui kegiatan ini, PUT kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang alternatif bagi komunitas musik bawah tanah sekaligus menyuarakan isu-isu sosial melalui karya dan kreativitas.
#
Perjalanan Punk United Tarakan terus berlanjut melalui gelaran keempat, PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#4, yang diselenggarakan pada 24 Mei 2025 di Gedung Wisma Patra Tarakan. Kembalinya acara ini ke Wisma Patra menjadi sebuah pengingat akan perjalanan yang telah dimulai sejak gelaran pertama pada tahun 2015, sekaligus menandai keberlanjutan semangat kolektif yang terus dijaga selama bertahun-tahun.
Selain menghadirkan pertunjukan musik, PUNK UNITED TARAKAN COMPILATION#4 juga menjadi momentum penting bagi perkembangan internal kolektif. Pada gelaran ini, sejumlah teman baru bergabung dalam kepanitiaan, menambah kekuatan sumber daya manusia dan memperluas keterlibatan dalam proses penyelenggaraan acara. Bertambahnya anggota bukan sekadar menambah jumlah personel, tetapi juga memperkuat kerja sama, membagi tanggung jawab, serta membangun rasa memiliki terhadap gerakan yang dijalankan bersama.
PUTC#4 menjadi bukti bahwa Punk United Tarakan terus tumbuh, baik dari sisi penyelenggaraan acara maupun kekuatan kolektif di dalamnya. Dengan semakin solidnya tim dan meluasnya jaringan pertemanan, Punk United Tarakan melanjutkan perjalanannya dalam merawat skena underground, membuka ruang bagi band-band independen, serta menjaga semangat kebersamaan yang menjadi fondasi utama sejak awal berdiri.
#
Selain menggelar ROOMPAU, Punk United Tarakan juga membuat gebrakan melalui sebuah konsep acara yang berbeda dari gigs pada umumnya di Tarakan, yaitu Punk Run, yang diselenggarakan pada 21 Desember 2025.
Konsep ini menjadi salah satu upaya PUT untuk menghadirkan pengalaman baru bagi komunitas punk dan musik independen di Tarakan. Punk Run tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mengajak komunitas untuk menjalani gaya hidup aktif, menjaga kebugaran, serta mempererat solidaritas melalui aktivitas yang positif.
Melalui Punk Run, PUT membuktikan bahwa semangat punk dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kreativitas dan kegiatan, tidak terbatas pada musik saja. Perpaduan olahraga, musik, dan kebersamaan menjadi identitas tersendiri yang memperkaya dinamika skena independen di Tarakan.
#
Volume ketiga ROOMPAU diselenggarakan pada 11 April 2026 di Kafe Doremi, Tarakan. Pada kesempatan ini, Punk United Tarakan menghadirkan konsep acara yang berbeda dengan menjadikan ROOMPAU #3 sebagai launching party untuk band Demos69, dalam rangka memperkenalkan EP album mereka kepada publik.
Melalui ROOMPAU #3, PUT kembali menunjukkan perannya dalam membangun ekosistem musik independen di Tarakan, tidak hanya melalui penyelenggaraan gigs, tetapi juga dengan mendukung perilisan karya dan memberikan ruang bagi band-band lokal untuk memperkenalkan musik mereka kepada khalayak yang lebih luas.
#
Pada tanggal 24 Oktober 2026, Punk United Tarakan (PUT) berkolaborasi dengan Tarakan Underground Community (TUC) menggelar One Day Musick Brisick Chapter VII: Back To The Roots (ODMB#7). Sebuah perhelatan musik yang menjadi salah satu kebanggaan bagi skena underground lokal kota Tarakan.
ODMB bukan sekadar acara gigs biasa. Perjalanan ini memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak 23 Februari 2004 melalui ODMB#1, yang tercatat sebagai salah satu pelopor acara gigs underground di Kota Tarakan. Sejak saat itu, ODMB menjadi bagian dari perjalanan, perkembangan dan pergerakan komunitas musik underground di kota ini.
Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi PUT ketika mendapatkan tawaran dari TUC untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan ODMB#7. Tawaran tersebut langsung disambut dengan antusias oleh teman-teman PUT. Bagi kami, ini bukan hanya tentang bekerja sama menyelenggarakan sebuah acara musik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk ikut menjaga, merawat dan melanjutkan sejarah pergerakan underground Tarakan yang telah dibangun sejak lama.
Hingga akhirnya, pada 24 Oktober 2026, acara puncak ODMB#7 sukses diselenggarakan di GOR Tipe B Tarakan. Sebanyak 12 band turut mengambil bagian dalam perhelatan ini, yaitu All I Desire, Bombay, Fire Genie, Game Over, Identity Crisist, Kitaka, Malesex, Motherland, Nevermind, R2m, Sometimes dan Vhentatonix.
Sebagai penutup sekaligus penampilan yang paling dinantikan, panggung ODMB#7 menghadirkan SUKATANI sebagai guest star. Kehadiran band asal Purbalingga tersebut menjadi bagian istimewa dari perayaan musik underground Tarakan kali ini.
Lebih dari sekadar panggung, ODMB#7 adalah tentang pertemuan, persaudaraan, solidaritas dan semangat kolektif yang terus hidup di tengah komunitas. Kolaborasi TUC dan PUT menjadi bukti bahwa perbedaan dan perjalanan komunitas bukanlah penghalang untuk bergerak bersama demi sesuatu yang lebih besar. Back To The Roots bukan hanya sebuah tema, melainkan pengingat akan akar, sejarah dan semangat yang telah membentuk skena underground Tarakan hingga hari ini.
DARI SEBUAH TONGKRONGAN MENJADI KOLEKTIF
Apa yang bermula dari sebuah tongkrongan sederhana di rumah seorang vokalis band, perlahan berkembang menjadi sebuah kolektif yang memiliki perjalanan panjang di skena underground Tarakan. Punk United Tarakan lahir bukan dari sebuah ruang yang mewah, melainkan dari pertemanan, obrolan, musik dan keinginan untuk bergerak bersama. Dari berbagi informasi tentang musik, bermain gitar, menyusun ide gigs, hingga akhirnya mampu menggelar acara dengan skala yang lebih besar. Semangat tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Punk United Tarakan: mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang musik, membuka ruang untuk berkarya, memperkuat jaringan antarkomunitas dan menjaga agar skena underground Tarakan tetap hidup. Karena pada akhirnya, Punk United Tarakan bukan sekadar sebuah nama. Ia adalah bagian dari cerita tentang bagaimana sebuah tongkrongan kecil dapat menjadi titik awal lahirnya gerakan kolektif dari rumah, jalanan, studio gigs, hingga panggung yang lebih besar.
_ajr.
















Post a Comment